Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tes GeNose Covid-19 Dibuka Di Dua Stasiun Mulai Jumat

Tes GeNose Covid-19 Dibuka Di Dua Stasiun Mulai Jumat

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon penumpang untuk melakukan pemeriksaan GeNose di dua stasiun, Pasar Senen dan Yogyakarta.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menyediakan layanan GeNose Test di Stasiun Pasar Senen, Jakarta dan Stasiun Yogyakarta sebagai syarat perjalanan untuk pelanggan Kereta Api Jarak Jauh mulai Jumat (5/2).

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon penumpang untuk melakukan pemeriksaan GeNose.

"Calon penumpang harus dalam kondisi sehat, telah memiliki tiket, serta dilarang merokok, makan, minum (kecuali air putih), selama 30 menit sebelum pemeriksaan sampel napas," kata Joni dalam keterangannya, dikutip Selasa (2/2).

Untuk pelaksanaannya, ia menjelaskan calon penumpang diharuskan mengantre dan mendaftar untuk selanjutnya diberikan kantong GeNose C19 setelah melakukan proses pembayaran.

Kemudian, kata Joni, calon penumpang akan diminta untuk mengambil napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak 3 kali.

"Langkahnya adalah, sebanyak 2 kali di awal, ambil napas dan buang di dalam masker. Lalu pada saat pengambilan napas ke-3, langsung embuskan ke dalam kantong hingga penuh. Kunci kantong agar udara di dalamnya tidak keluar dan serahkan kantong kepada petugas untuk dianalisis menggunakan alat GeNose C19," ujarnya.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan GeNose akan keluar dalam waktu sekitar 3 menit. Pemeriksaan dilakukan sekali tanpa pengulangan.

"Hasil pemeriksaan yang menunjukkan negatif berlaku 3x24 jam sejak dikeluarkannya print-out. Sedangkan jika hasilnya positif, calon penumpang tidak diperbolehkan naik Kereta Api. Tiket dapat dibatalkan melalui loket khusus dan uang tiket akan dikembalikan penuh," ujar dia.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sebelumnya memperbolehkan penumpang kereta api jarak jauh di wilayah Pulau Jawa menggunakan GeNose untuk tes Covid-19. Aturan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2021.

Penumpang kereta api jarak jauh bisa memilih tiga opsi tes sebelum keberangkatan. Selain GeNose, penumpang boleh melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen.

"Khusus untuk perjalanan dengan menggunakan kereta api di luar kawasan satu aglomerasi, selain menggunakan RT-PCR dan rapid test antigen atau GeNose test," bunyi protokol nomor 3 huruf c angka iv SE Nomor 5 Tahun 2021, dikutip Selasa (26/1).

Palang Hitam, Pasukan Pengantar Jenazah Yang Dilupakan

Palang Hitam, Pasukan Pengantar Jenazah Yang Dilupakan

Palang Hitam awalnya sebuah yayasan yang dibentuk era Belanda untuk mengurus jenazah, kini lembaga itu di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta.
Jakarta, --

Bau menyengat memenuhi sebuah rumah di utara Jakarta, awal pekan lalu. Seorang perempuan berusia lebih dari 60 tahun tergeletak di atas tempat tidur. Kulitnya menyusut. Rambutnya rontok.

Tak ada bekas kekerasan di tubuh perempuan itu. Di sampingnya, Efendi, seorang pria berusia 53 tahun, berdiri. Tangannya memegang bungkus kopi yang telah terbuka.

Tanpa aba-aba, Efendi menaburi bubuk kopi ke jasad perempuan itu. Bau tak sedap sedikit tersamarkan, meski tak benar-benar hilang.

Sejurus kemudian, jasad itu dimasukkan ke kantong, dibawa ke dalam mobil jenazah dan diantar menuju rumah sakit.

"Meninggal karena sakit, tinggal di rumah sendiri saat itu," kata Efendi saat menceritakan pengalamannya itu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/1).

Efendi adalah pengemudi mobil jenazah dari regu pemulasaran jenazah yang bernaung di bawah Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta. Regu pemulasaran ini lebih dikenal dengan sebutan Palang Hitam.

Palang Hitam, bertugas mengurus jenazah yang meninggal karena berbagai macam sebab: korban kecelakaan, pembunuhan, bunuh diri, ditabrak kereta hingga meninggal karena sakit.

Saban hari, tim piket yang siaga 24 jam biasanya mendapat panggilan telpon dari polisi, panti sosial yang ada di DKI Jakarta, juga dari warga-warga kalangan bawah.

Usai mendapat telpon, mobil jenazah lengkap dengan beberapa orang petugas akan langsung meluncur.

"Kalau dari polsek telepon, TKP di mana, langsung kita angkut. Kita bawa jenazah rumah sakit untuk autopsi. Ada tiga rumah sakit, RS Polri, RSCM, dan Fatmawati. Tergantung daerah dekatnya ke mana," ujar Efendi.

Selang beberapa hari, jika jenazah-jenazah itu tak diambil pihak keluarga atau tak diketahui identitasnya, mereka akan datang menjemputnya kembali untuk membawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Di ibu kota, ada tiga TPU yang dikhususkan untuk jenazah tak dikenal, yakni TPU Pondok Ranggon, TPU Tegal Alur, dan TPU Srengseng Sawah.

"Ada tempatnya khusus gitu untuk mr.x, dibilangnya," kata Efendi.

Selain mengantar jemput jenazah, palang hitam juga bertugas memandikan, mengafani, hingga menyolatkan, jika jenazah berasal dari panti-panti sosial.

Jenazah dari panti sosial ini, biasanya yang tidak memiliki sanak keluarga untuk mengurus.

"Ada tim yang tugasnya mandiin. Kalau jenazah perempuan, yang mandiin perempuan juga," ujarnya.

Sudah lebih dari dua dekade Efendi melakoni pekerjaan itu. Dari penuturannya, Palang Hitam sudah ada sejak zaman Belanda dalam bentuk yayasan swasta, lalu kemudian diambil alih oleh Pemprov DKI di masa Gubernur Ali Sadikin.

Berbagai macam kondisi jenazah pun sudah pernah ditemuinya, Yang paling parah, menurutnya, adalah kondisi jenazah yang meninggal karena ditabrak kereta api.

"Itu yang paling parah, karena udah hancur, kita kumpulin itu jadi satu. Kalau mayat yang bau busuk, saya bisa tahan," kata Efendi.

[Gambas:Video CNN]



Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Thohari Meninggal Dunia

Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Thohari Meninggal Dunia

Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih Thohari Aziz meninggal setelah menjalni perawatan di sebuah rumah sakit di Balikpapan, Kaltim.

Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih Thohari Aziz meninggal dunia setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Thohari diketahui dinyatakan positif virus corona (Covid-19).

"Pemerintah Kota Balikpapan berduka atas meninggalnya Thohari Aziz, SH (Calon Wakil Wali Kota Balikpapan)," tulis akun Instagram @pemkot_balikpapan, Rabu (27/1).

"Semoga Almarhum diampuni segala khilaf dan diterima semua amal ibadahnya. Diberi tempat terbaik di sisi Allah Subhaanahu Wa Ta`ala. Dan keluarga yang ditinggalkan, diberi ketabahan dan kekuatan," tulis akun tersebut.

[Gambas:Instagram]

Thohari maju mendampingi Rahmad Mas`ud dalam Pilkada Kota Balikpapan 2020. Pasangan itu diusung Golkar dan PDIP. Mereka juga didukung oleh PKS, Gerindra, Demokrat, PKB, PPP dan Perindo.

Mereka hanya melawan kotak kosong dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Rahmad merupakan petahan wakil wali kota Balikpapan, sementara Thohari yang merupakan kader PDIP merupakan mantan anggota DPRD Kota Balikpapan.

DPR Minta PPKM Juga Diterapkan Di Daerah Nakes Terpapar Covid

DPR Minta PPKM Juga Diterapkan Di Daerah Nakes Terpapar Covid

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena mengatakan perlu ada kategori tambahan PPKM, yaitu daerah dengan banyak tenaga kesehatan terpapar Covid-19.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena meminta pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah yang banyak terdapat tenaga kesehatan terinfeksi virus corona (Covid-19).

Pernyataan ini disampaikan Melki merespons langkah pemerintah yang memperpanjang PPKM Jawa-Bali selama dua pekan sejak 25 Januari hingga 8 Februari 2021.

"Perlu ada kategori tambahan untuk daerah yang nakes di fasilitas kesehatan rumah sakit, puskesmas, klinik di wilayahnya banyak terkena Covid-19 sebaiknya juga dilakukan PPKM," kata Melki saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (21/1).

Dia menyampaikan nakes juga harus diberikan bantuan dari institusi pendidikan serta insentif yang memadai oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) melalui Kementeraian Kesehatan.

Lebih lanjut, Melki menyatakan Komisi IX DPR menyambut langkah pemerintah memperpanjang PPKM. Menurutnya, kebijakan tersebut memang dibutuhkan saat ini untuk menekan angka penyebaran dan kematian akibat Covid-19 masih tinggi.

Namun, politikus Partai Golkar itu meminta agar kebijakan perpanjangan PPKM itu diikuti dengan peningkatan operasi penegakan disiplin pelaksanan protokol kesehatan oleh aparat penegak hukum.

Menurutnya, masyarakat perlu terus menerus diedukasi dan diingatkan oleh semua tokoh agar sadar melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 di manapun berada.

"Kebijakan penanganan Covid-19 perlu juga melihat trend penyakit Covid yang saat ini menyasar ke rumah dan komunitas kecil. Pembatasan sosial berskala kecil berbasis komunitas kecil rukun tetangga, dusun, kampung, klaster kantor dan sebagainya perlu dibentuk satgas di level komunitas," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah resmi memperpanjang PPKM selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021. Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto mengatakan perpanjangan dilakukan usai evaluasi penerapan PPKM sejak 11 Januari.

"Berdasarkan evaluasi tersebut, Bapak Presiden meminta agar PPKM ini dilanjutkan dari tanggal 26 sampai dengan 8 (Februari)," kata Airlangga dalam jumpa pers daring via kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (21/1).

Terhitung sejak PPKM diterapkan pada 11 Januari-20 Januari 2021 terakumulasi sebanyak 111.922 kasus positif. Rata-rata penambahan dalam sehari berjumlah 11.192 kasus.

Tim SAR Andalkan 3 Kapal Pendeteksi Bawah Air Cari CVR SJ 182

Tim SAR Andalkan 3 Kapal Pendeteksi Bawah Air Cari CVR SJ 182

Pencarian black box CVR Sriwijaya Air SJ 182 mengandalkan tiga kapal pendeteksi bawah air, yakni KRI Rigel, Kapal Baruna Jaya IV, Kapal Ara.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban dan bagian dari perekam suara kokpit (Cockpit Voice Record/CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Direktur Operasional Basarnas Rasman menyebut dalam pencarian hari ini pihaknya memaksimalkan tiga kapal pendeteksi air untuk melakukan pencarian.

"Kita masih mengandalkan kepada tiga alutsista yang selama ini sangat-sangat berkontribusi untuk bisa mendeteksi di bawah air. Yaitu KRI Rigel, Kapal Baruna Jaya IV, Kapal Ara dari Kementerian Kemaritiman dan Investasi," tutur Rasman kepada wartawan, Sabtu (16/1).

Rasman menjelaskan untuk Kapal Baruna Jaya memiliki alat berupa robot bawah laut atau Remotely Operated Vehicle (ROV) yang diharapkan dapat mendeteksi bagian CVR lainnya.

Untuk pencarian hari ini, pihaknya masih fokus pada tiga objek. Yakni, body part pesawat, jenazah korban, serta CVR.

"Khusus untuk masalah CVR, bahwa sampai saat ini belum kita temukan. Yang beredar di gambar adalah baru casing-nya, ya kalau casing-nya itu bungkusnya," tutur dia.

Lebih lanjut, disampaikan Rasman, pantuan udara untuk membantu proses pencarian juga terus diperluas. Sebab, kemungkinan besar objek-objek sudah bergerak terbawa arus air laut.

"Terutama di sekitar Pulau Lancang, Pulau Laki, Pulau Bokor, Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, kemudian Tanjung Kait, dan sepanjang pantai utara," ucap Rasman.

Rasman menjelaskan tim pemetaan lokasi berdasarkan pemantauan udara dilakukan dengan membaca arah angin.

"Kemungkinan ada yang terbawa arus ke arah pantai, karena angin selama beberapa hari ini dari utara ke selatan," ujarnya.

Diketahui, Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang operasi gabungan pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hingga tiga hari ke depan.

Kronologi Bakamla Cegat Kapal China Di Tengah Cuaca Buruk

Kronologi Bakamla Cegat Kapal China Di Tengah Cuaca Buruk

Bakamla gagal memeriksa kapal riset China yang melintasi Selat Sunda tanpa menyalakan AIS akibat terhalang cuaca buruk.

Badan Keamanan Laut (Bakamla) sempat hendak mencegat kapal survei asal China di perairan Indonesia, pada Rabu (13/1) malam. Namun, pemeriksaan terhadap kapal asing itu gagal dilakukan akibat cuaca buruk.

Kejadian ini bermula saat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla mendeteksi objek mencurigakan di perairan Selat Sunda. Objek tersebut kemudian diidentifikasi sebagai research vessel Xiang Yang Hong 03 yang bendera China.

Kapal tersebut mematikan Automatic Identification System (AIS) sebanyak tiga kali saat melintasi Laut Natuna utara, Laut Natuna Selatan, dan Selat Karimata.

"Berdasarkan pantauan, kapal tersebut telah mematikan AIS sebanyak tiga kali selama melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia," tulis Kabag Humas dan Protokol Bakamla Wisnu Pramandita dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (14/1).

Automatic Identification System (AIS) merupakan sistem identifikasi otomatis yang bisa memantau semua informasi tentang kapal, mulai dari waktu, posisi, arah pergerakan, hingga kecepatan. Cara kerja sistem ini mirip dengan Flightradar24 pada transportasi penerbangan.

Saat dideteksi, kapal survei asal China itu tengah bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10,9 Knots.

Tindakan mematikan AIS ini dinilai mencurigakan dan melanggar Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis.

Peraturan tersebut menyebutkan bahwa setiap kapal yang berlayar di perairan Indonesia, baik kapal lokal ataupun asing, wajib mengaktifkan sistem AIS.

Temuan ini kemudian dilaporkan kepada Direktur Operasi Laut Badan Keamanan Laut (Bakamla) Suwito.

Dia, yang saat itu tengah memimpin tim SAR dalam operasi pencarian korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, memerintahkan komandan KN Pulau Nipah 321 Anto Hartanto untuk memeriksa objek tersebut.

KN Pulau Nipah lantas meluncur ke perairan Selat Sunda pada Rabu (13/1) pukul 09.30 WIB dan baru sampai pada pukul 13.40 WIB. Setibanya di lokasi, KN Pulau Nipah pn mendeteksi keberadaan kapal mencurigakan yang tengah melaju ke arah selatan dengan kecepatan 9 Knots dengan jarak 40 mil laut (Nm).

Armada tersebut lantas mengejar kapal asal China tersebut dengan kecepatan hingga 20 Knots. Kapal Bakamla baru berhasil mendekati objek pada pukul 20.00 WIB dengan jarak 10 Nm dan melakukan komunikasi menggunakan gelombang radio.

Dari komunikasi tersebut, KN Pulau Nipah mendapatkan informasi bahwa kapal survei tersebut memang berangkat dari China menuju perairan Samudera Hindia. Mereka berdalih sistem AIS mereka rusak sehingga sempat mati sebanyak tiga kali.

"Dari keterangan yang diberikan, penyebab tidak terdeteksinya AIS dalam tiga periode waktu disebabkan karena adanya kerusakan pada sistem tersebut," tulis Wisnu.

Awak kapal Xiang Yang Hong 03 tersebut berdalih pihaknya menggunakan Hak Lintas Alur Kepulauan sebagaimana telah diatur dalam United Nations Convention on The Law of the Sea (UNCLOS). UNCLOS merupakan hukum laut internasional. Indonesia telah meratifikasi hukum ini pada tahun 1985.

Kapal Xiang Yang Hong 03 terus melintas hingga keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) pada pukul 21.00 WIB. KN Pulau Nipah gagal mendapatkan informasi melalui dokumentasi dan pemeriksaan karena terhalang cuaca buruk.

"Dalam situasi ini, KN Pulau Nipah 321 tidak dapat melaksanakan dokumentasi dan pemeriksaan lebih lanjut dikarenakan cuaca buruk," jelas Wisnu.

Setelah memantau Xiang Yang Hong 03 keluar dari perairan Indonesia, Kapal Bakamla ini kemudian berputar arah dan bergabung dengan tim gabungan dalam misi pencarian korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.